Flying Cute Baby Blue Butterfly MarshMallow♥: Februari 2015

Rabu, 25 Februari 2015

saat cinta harus berujung penyesalan

Cast= Kartika
          Yudha
          Reno
          Vebia
         Galaxy
          Balqis
         Adam
true story...  nama disamarkan.





"bukan begitu tik,tapi begini"
"iya ren,tau. terus gimana?"
"abis ini kamu kerjain yang ini dulu ya, nanti aku nilai"
begitulah obrolanku dengan Reno setiap sore, ketika aku harus belajar bersama dia di perpus Vebia, ya Vebia itu sahabat dekatku.

 saat tanggal 10 november diadakan pensi disekolah kita, kami bertiga begitu sibuk, karena kami osis. Aku,Reno,dan Vebia, eitsss.... Reno itu seniorku, penampilannya sangat aku tidak suka memakai kacamata lensa bulat, sangat culun sekali, tetapi dia begitu pintar. berkali kali aku bertemu dengan Reno membuat aku bosan, tetapi Reno slalu membuat alasan agar bisa bertemu denganku. Tepat pada tanggal 20 November dia mengungkapkan perasaanya kepadaku, aku sungguh sangat kaget,karena perasaan yang dia lontarkan adalah perasaan SUKA mimpi apa akuu???
"Kartika, aku mau ngomong"
"yaudah, ngomong aja kali"
"aku suka sama kamu,kamu mau nggak jadi pacar aku?"
"hah? pacar ya? aku jawab lusa ya."
"iya jangan lupa, yaudah aku pulang ya"
"iya sok"

(kamar Vebia)

"Veb gawat Veb, gawat!! bencana besarr!!!" teriakku
"apaan sih lo teriak-teriak, berisik tau gak?!"
"Reno, Veb......... Nembak gue!! gawat!"
"yaelah lo kirain apaan, kok lo ga mati abis ditembak?"
"bego lo! bukan gitu!"
"terus gimana dong? hahahaha" ucap Vebia dengan wajah santai, yang sedang membaca majalah.
"gini ya Veb,menurut lo gue terima Reno atau nggak?"
"si culun itu? terima aja dulu,pengen tau hahaha"
"oh gitu ya? yaudah deh, bye. gue mau pulang."
"iya sana lu yang jauhhh!!"

besok harinya aku langsung berpacaran dengan si culun itu, saat aku berpacaran dengan Reno sudah tersebar disetiap penjuru sekolah, Malunya akuuuuuu.  1 bulanpun telah berlalu akupun tidak hafal betul tanggal berapa aku menjadi pacarnya. Lalu bertepatan saat tanggal 20 Desember aku bertemu teman lamaku, Yudha. stylenya keren, jauh berbeda dengan Reno yang culun. Yudha sebetulnya bukan hanya sekedar teman lamaku, tetapi dia juga mantan pacarku. ternyata dia datang kepadaku untuk memintaku kembali menjadi kekasihnya, pasti aku terima. karena aku dan Yudhapun masih sama-sama mencintai. Kita bermain,menghabiskan waktu bersama lalu aku dan Yudha berfoto, berdua. HANYA BERDUA. foto itu aku share di social media Twitter, saat sudah sehari aku share, dengan tiba-tiba yang tadinya aku dan Reno lost contact, dia mengirimiku sebuah pesan singkat 
"sayang,cowo yang lagi foto sama kamu itu siapa?"
"temen lama aku,kenapa? tau darimana?"
"dari balqis,beneran cuma temen?"
"iyaaaaaaaaa..... bawel banget sih"

untuk yang kedua kalinya, aku membohongi Reno.

1 januari

sudah lama sekali aku tidak berkomunikasi dengan reno, rindu sekali rasanya, pada suatu hari,aku yang sedang finger print di sekolah melihat sosok itu, lelaki yang telah aku bohongi, yang telah aku sakiti, Deg! jantungku seperti tak berdetak.
"Ren! Reno! Renoooooooooo!" Teriakku. tetapi orang itu hanya berhenti, berbalik badan dan tidak mengindahkan panggilanku, Tuhan... apa salahku,mengapa dia begitu sangat membenciku. Ucapku lirih dalam hati. disebelahku ada Vebia, aku lalu bertanya kepada dia 
"Veb, Reno kenapasih? apasih salah gue?"
"bego lo tik! diatuh sakit hati lo duain! makanya tobat loo!"
"yaudah sih Veb, gausah nyolot! aelah lo."

aku mencoba berkali-kali sms Reno, hingga pada sms yang terakhir aku mengirim 
"Ren,kamu kemana? knp kamu ngilang dari aku?"
tak lama kemudian ada balasan sms dari Reno
"bukan aku menghilang darimu sayangku, kau yang memintaku pergi." 

Kata-kata ituu.... sangat menyesakkan dadaku... tuhannn tak kuasa aku menahan air mata yang hendak keluar,lalu derai air mata
pun dengan sendirinya keluar membasahi pipiku. reno... reno... nama itu yang sekarang menghantui pikiranku, oh tidak! tidak mungkin seorang primadona di SMAN 3 Bandung mana mungkin menyukai reno yang culun seperti itu! tapi hati berkata lain, aku menyukai reno,akupun menyukai yudha, yudha yang kaya,ganteng,artis SMAN 3 Bandung,sedangkan reno? tidak bisa dibayangkan.


"oh tuham, aku tau ini karma ,meninggalkan orang yang tulus cinta kepadaku demi orang yang aku sukai, aku tau ini salah, sangat salah! aku tidak suka dengan penampilannya memakai kacamata bingkai bulat,seperti orang yang culun! tapi itu semua telah berbalik 180 derajat dengan kenyataanku. aku tiba-tiba menyukai dia, tiba-tiba mencintai dia, oh tuhan jangan lagi! aku tidak ingin membuat luka pada hatinya untuk yang kedua kali."


aku mengunjungi tempat ternyaman, yaitu taman belakang sekolah. saat aku sedang melamun dengan tidak sadar sudah ada vebia disampingku.
"eh veb, ngapain lo disini?"
"mau melototin bunga kaya lo! ya jemput lo ke-kelas lah!"
"ngapain jemput gue? gue bete."
"aelah lo, yudha tuh nungguin dikelas."
"hah? yudha? ngapain dia?"
"kartika ardelia putri, lo itu kan cantik,pinter, ya primadona lah, lo bego,beloon,atau dongo sih? jelas-jelas yudha itu cowo lo,mau ngapain lagi dia selain ngajak lo makan sama balik bareng?"
" ga deh, lo aja, gue mau nungguin reno."
"hah? si culun itu loo tungguin? udah gila ya lo, stress!"
"kok jadi lo yang marah sih? sono-sono lo aja yang balik bareng yudha."
akupun pergi meninggalkan vebia yang terdiam ditempat. 

jam demi jam berganti,hari demi hari,dan minggu demi minggu
"tik, gawat tik!bencana besar!" ujar vebia di telepon. Kartika yang sedang tidur siang minggu itu tidak bisa mendengar jelas lantaran latar belakang yang terlalu ramai.
"lo dimana sih?" tanya kartika sambil tidur-tiduran memeluk boneka kodoknya
"lo masih tidur ya? bangun,dong! ini saatnya lo sadar! kesini deh sekarang. ada keadaan darurat! gue sama Galaxy lagi di mal, kami liat Yudha jalan sama cewek!"
"cewek? mamanya kali?" ujar kartika asal.
"nggak setua itu!"
"adiknya."
"Yudha gapunya adik!" vebi mengingatkan kartika yang jelas-jelas hanya berbicara tanpa berpikir dahulu.
"yaaa... adik sepupu,keponakan...."
"aduh,tik,denger. kalo lo gamau kehilangan Yudha, lo kesini sekarang. cewek ini kaka kelas kita,gue pernah ngeliatnya. cepet!gue sama Galaxy akan terus memantau"
"jadi,menurut lo ini perselingkuhan?"tanya kartika mulai sadar
"itu kemungkinan terburuk. yang jelas mereka mesra banget. cepet kesini!"
kartika langsung melempar ponselnya begitu saja lalu menjerit sekeras-kerasnya. iapun segera menyusul vebia. kartika mengenakan jaket hijau longgar,topi pet dan kacamata hitam. ia merasa perlu menyembunyikan identitas dirinya dihapadan Yudha.

"ka, barusan mereka beli tiket nonton." ujar vebi saat kartika datang dengan nafas dengan ngos-ngosan.
"ini gue udah beli tiketnya buat kita bertiga! kalian siap?"
kartika menarik nafas dalam-dalam sambil menenangkan hatinya. "oke, let's go girls!" kartika memimpin di depan. "girls?" ucap Galaxy bingung. "ayo masuk!"  ujar vebia yang sudah berjalan duluan tetapi harus kembali lagi untuk menyeret Galaxy.

dengan mengendap-endap Katika,Vebia, dan Galaxy memasuki gedung bioskop. mereka memilih duduk dua baris dibelakang Yudha. pengunjung hari ini lumayan sepi, bisa dihitung jari. Katika jadi dengan leluasa bisa mengamata setiap gerak gerik Yudha, asal Yudha dan cewe yang berasamanya itu tidak menoleh saja. Kartika melepas kacamata hitamnya agar lebih jelas ditengah keremangan. Kartika benar-benar shock dengan apa yang dilihatnya persis di depan matanya sekarang. Yudha dan cewe itu bermesraan. lengkat sekali. cewek itu menyandarkan kepala pada pundak Yudha.
"yang seperti ini bisa dibilang kaka-adik?" ucap vebi selirih mungkin. tika hanya mampung menggeleng kepala dengan tatapan nanar. tak tahan lagi, ia berdiri lalu pergi keluar. hampir saja Vebi memanggil namanya untung Galaxy buru-buru membekapnya dan mereka menyusul Tika.

"tenangin diri lo."
"sekarang apa?" tanya kartika sambil mondar-mandir. ia lalu menghubungi Yudha
"lo telepon siapa?" tanya vebi di depan tika ia takut temannya itu malah bertindak gegabah
"Yudha? kamu dimana sayang?"  Tanya tika tanpa memperdulikan Vebi. 
Vebi dan Galaxy tiba-tiba menyeret Tika berbalik diujung tembok lantaran melihat Yudha baru saja keluar untuk mengangkat telepon dari Tika.
"di mall. kenapa, sayang? mau titip sesuatu?" Yudha berbicara dengan santai. Toh ia tidak berbohong jika memang saat ini sedang berada di mall untuk nonton film.
"oh,nggak. sendiri?"
"sendiri. kenapa? kamu kangen ya?"
"ehm, ya gitu deh." ucap kartika mulai merasa mual.
"habis ini aku kerumahmu,oke?"
"ya. kamu ngapain di mall sendiri? window shopping? kirain itu kerjaan cewek doang?"
"yah,mampir makan. nanti aku bawakan siomai, ya?"
"nggak ah, nanti keburu dingin."
"hmmm... kalo gitu kamu mau apa?"
"nggak usah"
"yakin?"
"yakin, udah sana. ditungguin" ucap tika tanpa sadar
"hah?" Yudha kaget juga karena perkataan tika barusan seolah mengisyaratkan bahwa ia tau sesuatu.
'kamu bener-bener kangen ya sama aku?"
"ya gitulah maksudku." ucap kartika mencoba meyakinkan. "pokoknya aku tungguin. bye"  Tika langsung memutuskan sambungan. 


"Kartika! hampir aja lo keceplosan!" pekik vebi yang sedari tadi menyimak pembicaraan mereka. Tika hanya menjulurkan lidah.
"sekarang apa rencana lo?" tanya vebi.
"kita tunggu mereka keluar" ujar kartika dengan tatapan garang.
"masih lama" timpal galaxy sambil melirik ke jam tangan miliknya
"no problem, emang kalian mau gue tiba tiba masuk sambil nyeret yudha dan ceweknya di depan umum lalu memukuli mereka dan mencakar mereka? kita bisa ditangkap polisi." ujar tika
galaxy menarik nafas dalam dalam "kita jalan jalan dulu yuk?"
"nggak! gue mau nunggu disini!" kata tika meyakinkan
"masuk lagi aja tik" saran vebi
"nggak veb, gue udh gakuat. ini udh lebih dari kata cukup" ujar kartika yang tanpa sadar meneteskan bulir bulir air mata di pipinya.
"jangan nangis dong tik, anggap aja ini sebagai pelajaran, sebagai karma lo karena udah nyia-nyiain reno yang sayang banget sama lo, udahh yaa.. cup cup cup sahabat gue gaboleh nangis gini dong, malu. udh gede masa nangis di mall. kaya anak kecil yang ga dibeliin mainan" ujar vebi berusaha menenangkan tika
"seandainya ya veb, waktu bisa diulang. ga akan gue sia-siain reno yang baik kaya gtu, yang pastinya ga akan selingkuhin gue kaya yudha" ujar kartika yang tambah keras tangisannya.

setelah kurang lebih dua jam, akhirnya film selesai diputar. orang-orang yang tidak terlalu banyak jumlahnya itu mulai berhamburan keluar. Kartika,Vebia,dan Galaxy memperhatikan tiap orang. akhirnya muncul juga yang ditunggu. Yudha tampak merangkul cewe itu dengan mesra sehingga tidak menyadari keberadaan kartika. 
Kartika segera maju mengejar pasangan itu.
"YUDHA!" jerit kartika tepat di depan muka yudha. yudha terpaku
PLAK! satu kali tamparan kartika belum juga bisa menyadarkan Yudha. 
PLAK! dua kali, dan dengan emosinya kartika pun ikut menampar cewe yang bersama yudha.

"apaansi lo! tampar tampar cewe gue, emg lo siapa hah?!!" teriak yudha sembari mendorong kartika kearah tembok.
"BRUG!" melihat yudha mendorong kartika, Galaxy akhirnya memukul yudha tepat di perutnya
"GAUSAH KASAR YA LO KE CEWE! BANG*SAT!!!" emosi Galaxy membeludak.
" lo tuh cowo brengsek yang gatau diri! kurang apa kartika selama 2 tahun ini?!! lo seenaknya ngeduain kartika gitu aja?! pengen dihajar ya berapa kali lo sama gue?!!!" ucap Galaxy

sementara galaxy dan yudha bertengkar hebat, cewe yang bersama yudha tadi berencana akan kabur melarikan diri, namun usahanya gagal. karena ada vebi yang menjegatnya
"mau kemana lo?!!" kata vebi
" berani ya lo sama gue, gasadar gue kaka kelas lo?!"
"kalo di sekolah, lo kaka kelas gue. kalo diluar. LO GALEBIH DARI SEKEDAR SAMPAH YANG BISANYA NGEREBUT COWO ORANG!!! DASAR GILA SENIORITAS! BITCH!" ujar vebi

sementara itu, kartika masih terus menangis dipojokan sembari menelfon Adam, kakaknya sekaligus pentolan di SMAN 3

SEGINI DULUYA, TAR SAMBUNG LAGI. BERSAMBUNG ~

RAHASIA

aku tidak tau dari mana aku harus mendeskripsikan tentangmu, intinya. aku tidak pernah merasa menyesal mengenalmu. bahkan jika harus kuputar...