FIX. MALAM INI LAGI PENGEN NANGIS
LAGI SEDIH BANGET
Sabtu, 19 Desember 2015
Rabu, 16 Desember 2015
i just miss him
"God, I miss him so much :')
I miss talking with him all night :')" -Aina
"I miss our conversations
I miss how we used to talk every minute of every day and
How I was able to tell you everything that was on my mind." -Aina
How I was able to tell you everything that was on my mind." -Aina
"I wanted to text you to tell you
I miss you. I miss the late night talks,
texting all day, all the " i love you more" fights.
Everything. I just miss us.
But i could never send this,
Because I know you don't feel the same:')" -Aina
Sabtu, 14 November 2015
Kamis, 17 September 2015
lost and gone
apa aku bisa dibilang bodoh?
apa aku bisa dibilang tidak bisa berfikir?
apa aku bisa dicap tidak punya harga diri? kenapa?
apa aku salah mencintainya?
apa aku salah masih berharap dengan dia mantan
kekasihku.. yang mungkin kini tlah bersama yang lain...
aku sadar akan semua rasaku ini..
aku tau ini salah..
tapi apa yang dapat aku lakukan?
bukan aku tuhan,tapi hati ini... akupun tak ingin
ada yang tersakiti disini. aku belum sepenuhnya ikhlas
melepas kepergiannya... oh tuhan, tutuplah hatiku.
hilangkan ego yang besar dalam dirku ini.
hapuskan segala obsesi gilaku ini untuk memilikinya lagi
buang rasa cintaku ini untukknya...
kirimkan aku malaikatmu yang kira-kira lebih baik darinya
buatlah aku amnesia akan semua kenangan
dan luka yang telah tercipta.
aku ingin bahagia..:")
Senin, 31 Agustus 2015
too love
Semua berubah saat aku mulai mengenalmu.
Semua berubah saat kau mulai hadir dalam hidupku.
Semua berubah saat kau mulai memberikan rasa kasih sayang padaku.
Semua berubah saat kau mulai memberikan rasa nyaman padaku.
Semua berubah saat kau mulai mengucapkan kata-kata manismu padaku.
Semua berubah saat kau mulai memberikan janji-janji manismu padaku.
Saat itu, kau hadir dalam hidupku. Kau membuat hari-hariku berwarna
kau memberikan semangat dan segala perubahan padaku.
Saat itu, aku sempat berfikir bahwa kau lah cintaku yang sesungguhnya,
betapa bodohnya, aku yang tak mudah tergoda dan tak mudah jatuh cinta ini
malah begitu saja terjebak dalam perhatian dan tindakkanmu
yang berbeda ini.
Dan semua kebahagiaan itu seketika lenyap, saat kau mulai memutuskan
untuk mengakhiri hubungan ini dengan ku.
Semua berubah saat kau tak ada.
Semua berubah saat kau tak disini.
Semua berubah saat kau tidak pernah lagi mengisi hariku.
Semua berubah saat kau dan aku mulai menjauh,
seakan-akan kau tak mengenalku dan akupun
tidak mengenalmu.
Saat kau ingin pergi dariku meninggalkan semua kenangan
menutup lembaran cerita.
jujur, aku tak sanggup dengan segala keputusan yang telah kau buat ini.
Aku begitu mencintaimu, sangat sangat mencintaimu.
Aku merindukan semua kenangan dulu, semua yang pernah kita lalui bersama.
Aku rindu dengan segala perhatian yang selalu kau beri padaku.
Saat ini, hanya satu yang aku ingin.
yaitu Kamu, iya, kamu. Aku ingin kamu kembali dalam kehidupanku walaupun
sesungguhnya itu tidak mungkin terjadi.
Betapa sulitnya aku melupakan kamu, melupakan senyummu,candamu,
kasih sayangmu,perhatianmu,wajahmu, dan semua kenangan-kenangan yang
pernah kita lalui.
Aku hanya ingin kamu, hanya kamu. Salahkan jika aku terlalu mencintaimu?
dosakah? mengaggumi sosok mu yang menurutku hanya kau lah yang
terindah.
Aku tak ingin semuanya berakhir begitu saja, seandainya kau tau
aku tak ingin kau pergi, pergi meninggalkan aku dan meninggalkan cerita cinta
yang telah kita ukir bersama.
3 kata untukmu " Aku Masih Mencintaimu"
Aku berharap kamu membaca semua yang aku tuliskan.
Yang tidak bisa aku beritahu langsung kepadamu:')
Kamis, 27 Agustus 2015
kamu
I miss him
i miss his voice, i miss his joke, i miss his hug,
i miss his smell, i miss his kiss, and i miss all about he.
i love him until forever.
Aku merindukanmu. Sangat, sangat merindukanmu.
Hanya kata itu yang dapat aku ucapkan.
Semua dimulai ketika aku kehilanganmu, entah mengapa semuanya berubah.
Saat kau datang dalam hidupku, kau merubah semuanya.
Kau merubah hidupku, kau membuat hidupku berwarna, kau memberikan kasih
sayang dan kebahagiaan padaku.
Aku terlarut dalam kenangan yang kau berikan, aku bahagia.
Tetapi...
Waktu yang aku takutkan akhirnya datang, saat kau pergi dari hidupku,menghilang. Bagai pasir dipantai yang diterpa ombak. Saat kau pergi aku kehilangan setengah dari hatiku, dan itu ada padamu.
Dan Kini aku jauh darimu .
Aku merindukan sosok seseorang yang selalu ada, yang selalu hadir, yang selalu membuat hari-hariku berwarna.
Kasih...
Tanpamu, aku bukanlah apa-apa.
Tanpamu, aku tidak bisa menghadapi kerasnya kehidupan dunia.
Tanpamu, hidupku hampa.
Tetapi aku berpikir, betapa ironisnya hidup ini. Dahulu, ketika kita bertemu, kita saling menyapa, berbicara berjam-jam, bercanda, menghabiskan waktu bergulir tanpa terasa. Namun Sekarang, kita bertemu, bertatap muka saja tidak . Kita diam, seperti selayaknya orang yang tidak saling mengenal. Aku merindukan semua itu, aku rindu candaanmu, aku rindu belaian lembut kasih sayangmu.
Aku merindukan semuanya.
Semuanya yang ada pada dirimu
Aku terlarut dalam kenangan yang kau berikan, aku bahagia.
Tetapi...
Waktu yang aku takutkan akhirnya datang, saat kau pergi dari hidupku,menghilang. Bagai pasir dipantai yang diterpa ombak. Saat kau pergi aku kehilangan setengah dari hatiku, dan itu ada padamu.
Dan Kini aku jauh darimu .
Aku merindukan sosok seseorang yang selalu ada, yang selalu hadir, yang selalu membuat hari-hariku berwarna.
Kasih...
Tanpamu, aku bukanlah apa-apa.
Tanpamu, aku tidak bisa menghadapi kerasnya kehidupan dunia.
Tanpamu, hidupku hampa.
Tetapi aku berpikir, betapa ironisnya hidup ini. Dahulu, ketika kita bertemu, kita saling menyapa, berbicara berjam-jam, bercanda, menghabiskan waktu bergulir tanpa terasa. Namun Sekarang, kita bertemu, bertatap muka saja tidak . Kita diam, seperti selayaknya orang yang tidak saling mengenal. Aku merindukan semua itu, aku rindu candaanmu, aku rindu belaian lembut kasih sayangmu.
Aku merindukan semuanya.
Semuanya yang ada pada dirimu
Minggu, 23 Agustus 2015
Love can grow from the wound :')
Saat memejamkan mata, aku membayangkan surga-bahagia saat dicintaimu, juga saat mencintaimu. Semuanya terasa begitu indah, terasa sempurna. Seperti cerita cinta sepanjang masa, aku bersyukur takdir membuatku jatuh cinta padamu.
Namun, semakin lama mata ini terpejam, air mata malah jatuh perlahan-lahan.
Aku menangis, kini teringat setiap perih yang ditorehkan dustamu dihatiku.
Tak sekali dua kali aku mencoba membuat pembenaran, menciptakan alasan bahwa kau mungkin tak bersungguh-sungguh melukaiku.
Kau bahkan tak mencoba membela dirimu. kau menundukkan kepala,membisu.
Dan kini,lihat,aku menertawakan diriku sendiri. Betapa ironisnya hidup ini, sayangku. Kau yang selalu bisa membuatku tertawa justru yang paling bisa membuatku menangis...
Mencintaimu bukanlah sesuatu yang kuharapkan terjadi. Aku tak ingin harapan datang lagi, berkunjung dihati, diam untuk beberapa waktu, lalu meninggalkanku dalam kesedihan berlipat-lipat. Aku tau pasti ini kesalahan yang seharusnya tidak boleh terjadi.
Tapi kau hanya memelukku, tanpa suara. menggenggam tanganku erat seolah tak ingin melepasnya lagi. Dan sebelum aku berhasil menyangkal cintamu lagi, aku menyadari kau meninggalkan sesuatu ditanganku. Sesuatu yang kukenali sebagai harapan. Dan kali ini, aku ingin menggenggamnya, memilikinya sekalipun seandainya itu salah.
Kita hanya butuh waktu lebih untuk lebih saling mengenal. Merindukanmu adalah satu-satunya kata yang dapat menggambarkan rasa ini. Dan semuanya dimulai sejak aku kehilanganmu.
Ketika waktu membawakan pilihan-pilihan lain untukku, langkahku masih terbelit oleh ingatan tentangmu. Kasih sayang yang seluruhnya milikku pun harus terbagi. Bahkan, rumah tak lagi menjadi tujuanku untuk pulang.
Kini aku menyadari bahwa semua sudah berganti dan yang bisa kulakukan hanyalah menghadapi. Semua yang telah lewat tak mungkin bisa kembali. Apa yang kupikirkan lenyap, nyatanya tertutup emosi. Butuh waktu untuk belajar mencintai lagi. Dengan penuh keyakinan diri aku melakukannya.
Menerima. Cinta sesederhana itu saja.
Senin, 04 Mei 2015
LDR
Udah lama ya gapernah ngepost di blog='') maafkan dakunya lagi sibuk... hehe bakalan cerita nih udah diubah dengan baik hehe, langsung liat yakk^-^
Walaupun jarak memisahkan kita, hati ini tetap terjaga buat kamu.
Hubungan seperti ini memang tak bisa dikatakn lama,dan tak bisa juga dibilang sebentar. Terlebih lagi dengan semua rindu yang kutahan ini. Sadar atau tak sadar, pengorbanan dan perjuangan yang kita lakukan ini lebih dari yang pasangan lain lakukan. Mau mencoba sadar,tapi semua ini terlalu berat untuk dirasa 'Sendirian'. Mau berlagak tak sadar juga malah akan memperkeruh segalanya. Jarak ini hanya mempermainkan kitakan? Iya kan? Ingin sekali aku berkata seperti itu sehingga ia sadar bahwa aku 'sedikit' membenci kenyataan ini. Tapi,aku berusaha bertahan karena kau membuatku yakin. Kau benar saja, aku tak pernah minta dipisahkan sejauh ini dan seperti ini. Aku sadar, sangat menyadari bahwa jarak ini itu nyata dan tak mudah untuk menghapusnya, kewajibanmu dan kewajibanku menuntut dirimu dan diriku, tak ada yang lain yang bisa kulakukan selain meyakinkan diriku sendiri dan yakin atasmu. Sudah nasib sepertinya, bertatap matapun tak bisa.
Mengelak dari rindu, tapi sepertinya aku tak punya kekuatan untuk hal itu, susah. Semakin aku berusaha, ku mencoba menghela napas, tapi malah semakin mengucur air mata karena pedih penantian ini, sungguh aku sangat mencoba berusaha. Entah karena aku belum terbiasa atau karena apa. Mencoba memejamkan mata hingga terlelap, menemuimu dalam mimpiku, terbangun dan kuat kembali, entah bagaimana bisa. Tapi, itu memang selalu yang kuminta, kau untuk menjadi bunga tidurku. Jujur saja, setelah kita terpisah seperti ini, aku merasakan apa yang kau rasakan. Gampangnya, saat kau sakit, akupun ikut sakit. Ini kebahagiaan tersendiri yang membuat hubungan ini jadi lebih bermakna. Aku juga merasakan rindumu, jadi dengan sabar kumenantimu tanpa henti, tanpa rasa ragu karena ku percaya kau tak akan menunda pertemuan itu. Aku juga akan menjaga kepercayaan yang kau berikan padaku, jangan remehkan kesetiaanku, mana pernah aku memancing curigamu? Akan kujaga layaknya kau menjaga kepercayaanku.
Semua ini memang masih butuh pengorbanan. Ini kenyataan yang harus kuhadapi sampai waktu yang belum ditentukan. memang bukan hanya bagaimana caraku menemuimu yang kupikirkan. Ada banyak lagi yang harus menjadi beban pikiranku. Meskipun memang dengan ikhlas kumenunggu sudah meringankan segalanya, tapi aku tetap harus memperjuangkan semuanya, termasuk masa depanku, dan itu termasuk kau juga. Jadi, jika saat ini aku masih dalam tahap belajar membagi waktu, maafkan aku. Aku akan berusaha lebih baik lagi.
Menunggu pun menjadi pekerjaan utama tanpa kepastian jelas yang bisa kapan saja berubah menjadi menjemukan. Karena Jelas saja, apa yang kita tunggu tak bisa dipandang secara kasat mata, bahkan seakan ingin memberatkan hubungan yang sudah susah ini. Yang ditunggu terkadang menggoda dan meningkatkan tingkat jenuh sehingga terkadang muncul pemikiran untuk mengakhiri semuanya. Meskipun itu tak benar, tapi yang namanya perjuangan itu pasti ada titik lelahnya. Tapi pasti, jika aku datang nanti, aku akan membawa cinta yang sama, menghadirkan kebahagiaan untukmu dan mengembangkan senyummu. Bersabarlah, meskipun memang mudah menyuruh seseorang untuk bersabar, tapi kau pasti bisa memahami bagaimana cara untuk sabar. Kau tau kan apa yang sama sama kita nanti? Sementara Biarlah begini, aku tau jarak ini hadir dengan alasan tertentu agar kita belajar lebih banyak lagi.
Mengatakannya memang mudah, berjanji dan berniat dalam hatipun mudah, begitu juga dengan menyalahkan pasangan, itu adalah hal yang sangat mudah. Begitu juga dengan mengeluh, bosan, tergoda, dan masih banyak lagi yang bisa dilakukan dengan mudah meskipun semua itu salah, bahkan kita sendiri sadar akan hal itu. Tapi, semua itu wajar karena kesanggupan dan keteguhan hati kita tak sempurna. Lucu saja, terkadang malah si pacar yang jadi ujian pertamanya.
Mempertahankanmu mudah, tapi aku kesulitan pendapatkan perhatian darimu. Mempertahankanmu mudah, tapi aku kesulitan menahan rinduku jika kamu tak membalasnya. Mempertahankanmu mudah, tapi aku selalu tak terbagi saat kau sibuk. Mempertahankanmu mudah, tapi aku sulit untuk mengertimu saat kita tak saling bertemu pada rindu yang sama. Mempertahankanmu mudah, tapi aku kesulitan menerima kabar darimu. Sederhana memang tampaknya, bahkan dilakukan dengan tak sadar. Namun, apa yang dirasakan tak sesederhana itu. Bagaimana bisa? Kau bertanya? Tak bisa terjawab dengan kata kata.
Mulai dari cuek,dingin,enggak mau tau, suka main, jarang kasih kabar, berubah, jadi beda, dan masih banyak lagi yang bisa saja terjadi pada pribadi seseorang. Tapi jujur saja, lelah itu tak enak, tak ada yang bisa dibenarkan dan seakan semuanya semakin memperparah keadaan, tak bisa berpikir jernih, semuanya serba salah, dan menangis menyelesaikan masalah meskipun kebanyakan orang bilang tidak.
Kau tau? Semua itu membuat otakku tak bisa berpikir jernih, dan susah untuk beranggapan bahwa semua ini baik baik saja. Kotamu dan kotaku menyisakan jarak yang membentang, dan kita tak bisa bertemu untuk sekadar membuat perasaan menjadi lebih baik dan menyelesaikannya dengan kepala dingin. Tolong jangan buatku beranggapan bahwa kau sudah lelah dan tak mau lagi bertahan. jangan membuatku merasa semuanya kutanggung sendiri. Jangan membuatku merasa berusaha sendiri. Sehingga, terkadang muncul ragu yang membuatku tak berdaya, namun kuyakin rindu kita suatu saat akan bersatu. Dan biarlah kujalani, karena kuyakin cinta, kau akan kembali. aku ingat kau berkata bahwa jarak ini bukan alasan untuk merenggangkan hubungan. Dan, mencoba memperbaiki diri itu tak ada kata terlambat. Koreksi berdua. Kenali masing masing karakter lebih jauh. Karena, dari situlah kita belajar. Benar kan? Dan, aku rasa tak perlu balas dendam agar ia bisa merasakan apa yang kita rasakan. Dia cuma perlu pengertian.
Walaupun jarak memisahkan kita, hati ini tetap terjaga buat kamu.
Hubungan seperti ini memang tak bisa dikatakn lama,dan tak bisa juga dibilang sebentar. Terlebih lagi dengan semua rindu yang kutahan ini. Sadar atau tak sadar, pengorbanan dan perjuangan yang kita lakukan ini lebih dari yang pasangan lain lakukan. Mau mencoba sadar,tapi semua ini terlalu berat untuk dirasa 'Sendirian'. Mau berlagak tak sadar juga malah akan memperkeruh segalanya. Jarak ini hanya mempermainkan kitakan? Iya kan? Ingin sekali aku berkata seperti itu sehingga ia sadar bahwa aku 'sedikit' membenci kenyataan ini. Tapi,aku berusaha bertahan karena kau membuatku yakin. Kau benar saja, aku tak pernah minta dipisahkan sejauh ini dan seperti ini. Aku sadar, sangat menyadari bahwa jarak ini itu nyata dan tak mudah untuk menghapusnya, kewajibanmu dan kewajibanku menuntut dirimu dan diriku, tak ada yang lain yang bisa kulakukan selain meyakinkan diriku sendiri dan yakin atasmu. Sudah nasib sepertinya, bertatap matapun tak bisa.
Mengelak dari rindu, tapi sepertinya aku tak punya kekuatan untuk hal itu, susah. Semakin aku berusaha, ku mencoba menghela napas, tapi malah semakin mengucur air mata karena pedih penantian ini, sungguh aku sangat mencoba berusaha. Entah karena aku belum terbiasa atau karena apa. Mencoba memejamkan mata hingga terlelap, menemuimu dalam mimpiku, terbangun dan kuat kembali, entah bagaimana bisa. Tapi, itu memang selalu yang kuminta, kau untuk menjadi bunga tidurku. Jujur saja, setelah kita terpisah seperti ini, aku merasakan apa yang kau rasakan. Gampangnya, saat kau sakit, akupun ikut sakit. Ini kebahagiaan tersendiri yang membuat hubungan ini jadi lebih bermakna. Aku juga merasakan rindumu, jadi dengan sabar kumenantimu tanpa henti, tanpa rasa ragu karena ku percaya kau tak akan menunda pertemuan itu. Aku juga akan menjaga kepercayaan yang kau berikan padaku, jangan remehkan kesetiaanku, mana pernah aku memancing curigamu? Akan kujaga layaknya kau menjaga kepercayaanku.
Semua ini memang masih butuh pengorbanan. Ini kenyataan yang harus kuhadapi sampai waktu yang belum ditentukan. memang bukan hanya bagaimana caraku menemuimu yang kupikirkan. Ada banyak lagi yang harus menjadi beban pikiranku. Meskipun memang dengan ikhlas kumenunggu sudah meringankan segalanya, tapi aku tetap harus memperjuangkan semuanya, termasuk masa depanku, dan itu termasuk kau juga. Jadi, jika saat ini aku masih dalam tahap belajar membagi waktu, maafkan aku. Aku akan berusaha lebih baik lagi.
Menunggu pun menjadi pekerjaan utama tanpa kepastian jelas yang bisa kapan saja berubah menjadi menjemukan. Karena Jelas saja, apa yang kita tunggu tak bisa dipandang secara kasat mata, bahkan seakan ingin memberatkan hubungan yang sudah susah ini. Yang ditunggu terkadang menggoda dan meningkatkan tingkat jenuh sehingga terkadang muncul pemikiran untuk mengakhiri semuanya. Meskipun itu tak benar, tapi yang namanya perjuangan itu pasti ada titik lelahnya. Tapi pasti, jika aku datang nanti, aku akan membawa cinta yang sama, menghadirkan kebahagiaan untukmu dan mengembangkan senyummu. Bersabarlah, meskipun memang mudah menyuruh seseorang untuk bersabar, tapi kau pasti bisa memahami bagaimana cara untuk sabar. Kau tau kan apa yang sama sama kita nanti? Sementara Biarlah begini, aku tau jarak ini hadir dengan alasan tertentu agar kita belajar lebih banyak lagi.
Mengatakannya memang mudah, berjanji dan berniat dalam hatipun mudah, begitu juga dengan menyalahkan pasangan, itu adalah hal yang sangat mudah. Begitu juga dengan mengeluh, bosan, tergoda, dan masih banyak lagi yang bisa dilakukan dengan mudah meskipun semua itu salah, bahkan kita sendiri sadar akan hal itu. Tapi, semua itu wajar karena kesanggupan dan keteguhan hati kita tak sempurna. Lucu saja, terkadang malah si pacar yang jadi ujian pertamanya.
Mempertahankanmu mudah, tapi aku kesulitan pendapatkan perhatian darimu. Mempertahankanmu mudah, tapi aku kesulitan menahan rinduku jika kamu tak membalasnya. Mempertahankanmu mudah, tapi aku selalu tak terbagi saat kau sibuk. Mempertahankanmu mudah, tapi aku sulit untuk mengertimu saat kita tak saling bertemu pada rindu yang sama. Mempertahankanmu mudah, tapi aku kesulitan menerima kabar darimu. Sederhana memang tampaknya, bahkan dilakukan dengan tak sadar. Namun, apa yang dirasakan tak sesederhana itu. Bagaimana bisa? Kau bertanya? Tak bisa terjawab dengan kata kata.
Mulai dari cuek,dingin,enggak mau tau, suka main, jarang kasih kabar, berubah, jadi beda, dan masih banyak lagi yang bisa saja terjadi pada pribadi seseorang. Tapi jujur saja, lelah itu tak enak, tak ada yang bisa dibenarkan dan seakan semuanya semakin memperparah keadaan, tak bisa berpikir jernih, semuanya serba salah, dan menangis menyelesaikan masalah meskipun kebanyakan orang bilang tidak.
Kau tau? Semua itu membuat otakku tak bisa berpikir jernih, dan susah untuk beranggapan bahwa semua ini baik baik saja. Kotamu dan kotaku menyisakan jarak yang membentang, dan kita tak bisa bertemu untuk sekadar membuat perasaan menjadi lebih baik dan menyelesaikannya dengan kepala dingin. Tolong jangan buatku beranggapan bahwa kau sudah lelah dan tak mau lagi bertahan. jangan membuatku merasa semuanya kutanggung sendiri. Jangan membuatku merasa berusaha sendiri. Sehingga, terkadang muncul ragu yang membuatku tak berdaya, namun kuyakin rindu kita suatu saat akan bersatu. Dan biarlah kujalani, karena kuyakin cinta, kau akan kembali. aku ingat kau berkata bahwa jarak ini bukan alasan untuk merenggangkan hubungan. Dan, mencoba memperbaiki diri itu tak ada kata terlambat. Koreksi berdua. Kenali masing masing karakter lebih jauh. Karena, dari situlah kita belajar. Benar kan? Dan, aku rasa tak perlu balas dendam agar ia bisa merasakan apa yang kita rasakan. Dia cuma perlu pengertian.
Secret Admirer
Cast:// Tanpa nama samaran
-Ainatuzzahra
-Putri Cahya Nanda
-Alda Apriliani
-Egha Indriyani Indah
-Febi Febriyana
-Andi Rafli
-Ato Julianto
-M.Rizal Maulana
-Andre
-Faris Ibnu Mubarraq
-Icha.
Saat bel istirahat berbunyi, semua siswa dan siswi berhamburan keluar kelas. Begitu juga gue dan genk Pinky Girl. Genk Pinky Girl itu terdiri dari Gue,Nanda,Alda,Egha,dan Febi.
"Eh eh girls.. itu siapa tuh(?) Ganteng parahwk" kata gue.
"Itu ato. Naa... lo belum tau? Diakan temen-temennya si Rafli,Rizal,Andre,Faris yang pemain basket terkenal disini." Jelas egha.
"Ya kalo pemain-pemain basket yang ganteng-ganteng itu gue juga udah kenal semua, tapi yang satu ini belum pernah liat."
"Kudet lo! Hahaha. Tapi emang dia jarang keluar kelas sih hehe" kata nanda
"HH! lucu njing! Udahlah hayu kita makan aja" Gue dan Genk Pinky Girl duduk dimeja yang seharusnya berisikan 10 orang itu.
"Hey girls... kita boleh gabung gak?" Ucap Rizal.
"Eh lo, iya silahkan aja.. meja ini boleh buat siapapun" kata gue.
Setelah selesai makan Gue dan Genk Pinky Girl balik lagi ke kelas.
"Duh nan, gila ya tuh cowo ganteng banget sumpah."
"Selera lo rendah na, mending Faris."
"Duh astaga hellow..... gantengan Ato keles."
" kalian berdua! Keluar! Berisik aja!" Ucap bu Narfiah sembari marah.
"Lo sih ngomong mulu!" Kata nanda berbisik.
"Lonya juga! Malah diladenin aja!"
"Kalo lo ga diladenin lo marah dongo! Gue tau!"
" Nanda! Aina! Keluar kalian! S-E-K-A-R-A-N-G!"
kata bu guru itu mengagetkan kita.
"Iiiii ya buu... iyaa bu... kaburrr" kata gue sama Nanda sambil lari menuju lapangan.
" Eh, eh stop deh itu bukannya genk orang-orang basket yang ganteng itu?" Kata gue sembari memberhentikan Nanda.
"Eh iya, iya bener. Kita ke kantin dulu yuukk?? Gue mau beliin air minum buat my prince Faris."
"Yayaya, serah lo deh. Gue juga mau beli air minum buat my prince Ato." Sesampainya di lapangan Nanda langsung memberikan air minum itu kepada Faris.
"Nih Far, buat lo"
"Oh iya, makasih Nan."
"Ini buat gue kan Na? Thanks yaa." Ucap Rafli sembari merebut air minumnya dari tanganku.
"Eeeee....nak aja lo!" Kata gue. Tetapi Rafli tetap meminumnya
"Udahlah bodo amat. Untung gue beli dua." Kata gue dalam hati. " hey! Ato! Lo pasti capek kan? Nih buat lo." Kata gue sembari menyodorkan air minum itu.
"Oh iya, makasih banyak ya Aina.." kata Ato.
"Iya To, samasama ya."
"Eh woi! Buat kitanya mana?" Ucap Rizal dan Andre.
"Kalian mau? Beli sendiri! Hahaha" kata gue dan Nanda secara bersamaan.
" nih zal,ndre. Gue beliin" ucap Egha.
"Eh ada lo gha, loh mana alda sama febi?" Kata gue.
"Thanks gha! Baik deh lo." Ucap Rizal dan Andre.
"Hehe iya samasama, alda sama febi lagi ngobrol tuh dikelas, nanti juga mereka kesini" terang Egha.
"Oh gitu, yaudah kita tungguin aja" ucap gue.
"Hai guys.." kata alda dan febi
"Hey" kata gue " ada berita apanih?"
" tadi, gue sama febi udah ngobrol gitu sama bu narfiah katanya besok mau ada murid baru, katanya sih pindahan gitu" terang alda.
"Ohh.. siapa?"
"Itu yang murid baru"
"Siapa yang nanya? Hahaha" ucap Egha.
"Sumpah bikin jengkel aja" kata alda dengan nada kesal.
"Hahaha bercanda kali da.. gausah dimasukin ke hati, kan tau sendiri Egha begitu" ucap gue.
" udah wehh, laper gak? Makan yuk!" Ajak Nanda.
" iya nih sama, kantin yuk!" Ucap gue.
"Yuk, yuk! Ajak anak basket ini juga dong" pinta Nanda.
" iya hayuk!" Kata gue.
Akhirnya Genk Pinky Girl dan Genk Basketball duduk dimeja yang sama. Kita saling diam, sampai Rizal memulai pembicaraan.
"Ekhem,ekhem.. gue mau ngomong sesuatu nih" kata Rizal.
"Ngomong mah ngomong aja, gausah pake batuk jaim kaya gitu."Kata Gue.
"Iyaa deh maap.."
"Oh iya, lo mau ngomong apa?" Tanya Egha
"Gha.. gue suka sama lo, lo mau gak jadi cewe gue?" Kata Rizal
"Hah?"
"Iya,lo mau gak?"
"Duh gimana ya"
"Ya kalo lo gamau gue ga maksa"
"Besok deh gue jawab ya" kata egha.
" iyadeh" ucap rizal
"Yah gajadi dapet PJ dong?" Ucap febi.
"Pj aja pj!" Kata gue.
Kitapun melanjutkan makan.
Setelah selesai makan Gue dan Genk Pinky Girl balik lagi ke kelas.
"Duh nan, gila ya tuh cowo ganteng banget sumpah."
"Selera lo rendah na, mending Faris."
"Duh astaga hellow..... gantengan Ato keles."
" kalian berdua! Keluar! Berisik aja!" Ucap bu Narfiah sembari marah.
"Lo sih ngomong mulu!" Kata nanda berbisik.
"Lonya juga! Malah diladenin aja!"
"Kalo lo ga diladenin lo marah dongo! Gue tau!"
" Nanda! Aina! Keluar kalian! S-E-K-A-R-A-N-G!"
kata bu guru itu mengagetkan kita.
"Iiiii ya buu... iyaa bu... kaburrr" kata gue sama Nanda sambil lari menuju lapangan.
" Eh, eh stop deh itu bukannya genk orang-orang basket yang ganteng itu?" Kata gue sembari memberhentikan Nanda.
"Eh iya, iya bener. Kita ke kantin dulu yuukk?? Gue mau beliin air minum buat my prince Faris."
"Yayaya, serah lo deh. Gue juga mau beli air minum buat my prince Ato." Sesampainya di lapangan Nanda langsung memberikan air minum itu kepada Faris.
"Nih Far, buat lo"
"Oh iya, makasih Nan."
"Ini buat gue kan Na? Thanks yaa." Ucap Rafli sembari merebut air minumnya dari tanganku.
"Eeeee....nak aja lo!" Kata gue. Tetapi Rafli tetap meminumnya
"Udahlah bodo amat. Untung gue beli dua." Kata gue dalam hati. " hey! Ato! Lo pasti capek kan? Nih buat lo." Kata gue sembari menyodorkan air minum itu.
"Oh iya, makasih banyak ya Aina.." kata Ato.
"Iya To, samasama ya."
"Eh woi! Buat kitanya mana?" Ucap Rizal dan Andre.
"Kalian mau? Beli sendiri! Hahaha" kata gue dan Nanda secara bersamaan.
" nih zal,ndre. Gue beliin" ucap Egha.
"Eh ada lo gha, loh mana alda sama febi?" Kata gue.
"Thanks gha! Baik deh lo." Ucap Rizal dan Andre.
"Hehe iya samasama, alda sama febi lagi ngobrol tuh dikelas, nanti juga mereka kesini" terang Egha.
"Oh gitu, yaudah kita tungguin aja" ucap gue.
"Hai guys.." kata alda dan febi
"Hey" kata gue " ada berita apanih?"
" tadi, gue sama febi udah ngobrol gitu sama bu narfiah katanya besok mau ada murid baru, katanya sih pindahan gitu" terang alda.
"Ohh.. siapa?"
"Itu yang murid baru"
"Siapa yang nanya? Hahaha" ucap Egha.
"Sumpah bikin jengkel aja" kata alda dengan nada kesal.
"Hahaha bercanda kali da.. gausah dimasukin ke hati, kan tau sendiri Egha begitu" ucap gue.
" udah wehh, laper gak? Makan yuk!" Ajak Nanda.
" iya nih sama, kantin yuk!" Ucap gue.
"Yuk, yuk! Ajak anak basket ini juga dong" pinta Nanda.
" iya hayuk!" Kata gue.
Akhirnya Genk Pinky Girl dan Genk Basketball duduk dimeja yang sama. Kita saling diam, sampai Rizal memulai pembicaraan.
"Ekhem,ekhem.. gue mau ngomong sesuatu nih" kata Rizal.
"Ngomong mah ngomong aja, gausah pake batuk jaim kaya gitu."Kata Gue.
"Iyaa deh maap.."
"Oh iya, lo mau ngomong apa?" Tanya Egha
"Gha.. gue suka sama lo, lo mau gak jadi cewe gue?" Kata Rizal
"Hah?"
"Iya,lo mau gak?"
"Duh gimana ya"
"Ya kalo lo gamau gue ga maksa"
"Besok deh gue jawab ya" kata egha.
" iyadeh" ucap rizal
"Yah gajadi dapet PJ dong?" Ucap febi.
"Pj aja pj!" Kata gue.
Kitapun melanjutkan makan.
Rabu, 25 Februari 2015
saat cinta harus berujung penyesalan
Cast= Kartika
Yudha
Reno
Vebia
Galaxy
Balqis
Adam
true story... nama disamarkan.
"iya ren,tau. terus gimana?"
"abis ini kamu kerjain yang ini dulu ya, nanti aku nilai"
begitulah obrolanku dengan Reno setiap sore, ketika aku harus belajar bersama dia di perpus Vebia, ya Vebia itu sahabat dekatku.
saat tanggal 10 november diadakan pensi disekolah kita, kami bertiga begitu sibuk, karena kami osis. Aku,Reno,dan Vebia, eitsss.... Reno itu seniorku, penampilannya sangat aku tidak suka memakai kacamata lensa bulat, sangat culun sekali, tetapi dia begitu pintar. berkali kali aku bertemu dengan Reno membuat aku bosan, tetapi Reno slalu membuat alasan agar bisa bertemu denganku. Tepat pada tanggal 20 November dia mengungkapkan perasaanya kepadaku, aku sungguh sangat kaget,karena perasaan yang dia lontarkan adalah perasaan SUKA mimpi apa akuu???
"Kartika, aku mau ngomong"
"yaudah, ngomong aja kali"
"aku suka sama kamu,kamu mau nggak jadi pacar aku?"
"hah? pacar ya? aku jawab lusa ya."
"iya jangan lupa, yaudah aku pulang ya"
"iya sok"
(kamar Vebia)
"Veb gawat Veb, gawat!! bencana besarr!!!" teriakku
"apaan sih lo teriak-teriak, berisik tau gak?!"
"Reno, Veb......... Nembak gue!! gawat!"
"yaelah lo kirain apaan, kok lo ga mati abis ditembak?"
"bego lo! bukan gitu!"
"terus gimana dong? hahahaha" ucap Vebia dengan wajah santai, yang sedang membaca majalah.
"gini ya Veb,menurut lo gue terima Reno atau nggak?"
"si culun itu? terima aja dulu,pengen tau hahaha"
"oh gitu ya? yaudah deh, bye. gue mau pulang."
"iya sana lu yang jauhhh!!"
besok harinya aku langsung berpacaran dengan si culun itu, saat aku berpacaran dengan Reno sudah tersebar disetiap penjuru sekolah, Malunya akuuuuuu. 1 bulanpun telah berlalu akupun tidak hafal betul tanggal berapa aku menjadi pacarnya. Lalu bertepatan saat tanggal 20 Desember aku bertemu teman lamaku, Yudha. stylenya keren, jauh berbeda dengan Reno yang culun. Yudha sebetulnya bukan hanya sekedar teman lamaku, tetapi dia juga mantan pacarku. ternyata dia datang kepadaku untuk memintaku kembali menjadi kekasihnya, pasti aku terima. karena aku dan Yudhapun masih sama-sama mencintai. Kita bermain,menghabiskan waktu bersama lalu aku dan Yudha berfoto, berdua. HANYA BERDUA. foto itu aku share di social media Twitter, saat sudah sehari aku share, dengan tiba-tiba yang tadinya aku dan Reno lost contact, dia mengirimiku sebuah pesan singkat
"sayang,cowo yang lagi foto sama kamu itu siapa?"
"temen lama aku,kenapa? tau darimana?"
"dari balqis,beneran cuma temen?"
"iyaaaaaaaaa..... bawel banget sih"
untuk yang kedua kalinya, aku membohongi Reno.
1 januari
sudah lama sekali aku tidak berkomunikasi dengan reno, rindu sekali rasanya, pada suatu hari,aku yang sedang finger print di sekolah melihat sosok itu, lelaki yang telah aku bohongi, yang telah aku sakiti, Deg! jantungku seperti tak berdetak.
"Ren! Reno! Renoooooooooo!" Teriakku. tetapi orang itu hanya berhenti, berbalik badan dan tidak mengindahkan panggilanku, Tuhan... apa salahku,mengapa dia begitu sangat membenciku. Ucapku lirih dalam hati. disebelahku ada Vebia, aku lalu bertanya kepada dia
"Veb, Reno kenapasih? apasih salah gue?"
"bego lo tik! diatuh sakit hati lo duain! makanya tobat loo!"
"yaudah sih Veb, gausah nyolot! aelah lo."
aku mencoba berkali-kali sms Reno, hingga pada sms yang terakhir aku mengirim
"Ren,kamu kemana? knp kamu ngilang dari aku?"
tak lama kemudian ada balasan sms dari Reno
"bukan aku menghilang darimu sayangku, kau yang memintaku pergi."
Kata-kata ituu.... sangat menyesakkan dadaku... tuhannn tak kuasa aku menahan air mata yang hendak keluar,lalu derai air mata
pun dengan sendirinya keluar membasahi pipiku. reno... reno... nama itu yang sekarang menghantui pikiranku, oh tidak! tidak mungkin seorang primadona di SMAN 3 Bandung mana mungkin menyukai reno yang culun seperti itu! tapi hati berkata lain, aku menyukai reno,akupun menyukai yudha, yudha yang kaya,ganteng,artis SMAN 3 Bandung,sedangkan reno? tidak bisa dibayangkan.
aku mengunjungi tempat ternyaman, yaitu taman belakang sekolah. saat aku sedang melamun dengan tidak sadar sudah ada vebia disampingku.
"eh veb, ngapain lo disini?"
"mau melototin bunga kaya lo! ya jemput lo ke-kelas lah!"
"ngapain jemput gue? gue bete."
"aelah lo, yudha tuh nungguin dikelas."
"hah? yudha? ngapain dia?"
"kartika ardelia putri, lo itu kan cantik,pinter, ya primadona lah, lo bego,beloon,atau dongo sih? jelas-jelas yudha itu cowo lo,mau ngapain lagi dia selain ngajak lo makan sama balik bareng?"
" ga deh, lo aja, gue mau nungguin reno."
"hah? si culun itu loo tungguin? udah gila ya lo, stress!"
"kok jadi lo yang marah sih? sono-sono lo aja yang balik bareng yudha."
akupun pergi meninggalkan vebia yang terdiam ditempat.
jam demi jam berganti,hari demi hari,dan minggu demi minggu
"tik, gawat tik!bencana besar!" ujar vebia di telepon. Kartika yang sedang tidur siang minggu itu tidak bisa mendengar jelas lantaran latar belakang yang terlalu ramai.
"lo dimana sih?" tanya kartika sambil tidur-tiduran memeluk boneka kodoknya
"lo masih tidur ya? bangun,dong! ini saatnya lo sadar! kesini deh sekarang. ada keadaan darurat! gue sama Galaxy lagi di mal, kami liat Yudha jalan sama cewek!"
"cewek? mamanya kali?" ujar kartika asal.
"nggak setua itu!"
"adiknya."
"Yudha gapunya adik!" vebi mengingatkan kartika yang jelas-jelas hanya berbicara tanpa berpikir dahulu.
"yaaa... adik sepupu,keponakan...."
"aduh,tik,denger. kalo lo gamau kehilangan Yudha, lo kesini sekarang. cewek ini kaka kelas kita,gue pernah ngeliatnya. cepet!gue sama Galaxy akan terus memantau"
"jadi,menurut lo ini perselingkuhan?"tanya kartika mulai sadar
"itu kemungkinan terburuk. yang jelas mereka mesra banget. cepet kesini!"
kartika langsung melempar ponselnya begitu saja lalu menjerit sekeras-kerasnya. iapun segera menyusul vebia. kartika mengenakan jaket hijau longgar,topi pet dan kacamata hitam. ia merasa perlu menyembunyikan identitas dirinya dihapadan Yudha.
"ka, barusan mereka beli tiket nonton." ujar vebi saat kartika datang dengan nafas dengan ngos-ngosan.
"ini gue udah beli tiketnya buat kita bertiga! kalian siap?"
kartika menarik nafas dalam-dalam sambil menenangkan hatinya. "oke, let's go girls!" kartika memimpin di depan. "girls?" ucap Galaxy bingung. "ayo masuk!" ujar vebia yang sudah berjalan duluan tetapi harus kembali lagi untuk menyeret Galaxy.
dengan mengendap-endap Katika,Vebia, dan Galaxy memasuki gedung bioskop. mereka memilih duduk dua baris dibelakang Yudha. pengunjung hari ini lumayan sepi, bisa dihitung jari. Katika jadi dengan leluasa bisa mengamata setiap gerak gerik Yudha, asal Yudha dan cewe yang berasamanya itu tidak menoleh saja. Kartika melepas kacamata hitamnya agar lebih jelas ditengah keremangan. Kartika benar-benar shock dengan apa yang dilihatnya persis di depan matanya sekarang. Yudha dan cewe itu bermesraan. lengkat sekali. cewek itu menyandarkan kepala pada pundak Yudha.
"yang seperti ini bisa dibilang kaka-adik?" ucap vebi selirih mungkin. tika hanya mampung menggeleng kepala dengan tatapan nanar. tak tahan lagi, ia berdiri lalu pergi keluar. hampir saja Vebi memanggil namanya untung Galaxy buru-buru membekapnya dan mereka menyusul Tika.
"tenangin diri lo."
"sekarang apa?" tanya kartika sambil mondar-mandir. ia lalu menghubungi Yudha
"lo telepon siapa?" tanya vebi di depan tika ia takut temannya itu malah bertindak gegabah
"Yudha? kamu dimana sayang?" Tanya tika tanpa memperdulikan Vebi.
Vebi dan Galaxy tiba-tiba menyeret Tika berbalik diujung tembok lantaran melihat Yudha baru saja keluar untuk mengangkat telepon dari Tika.
"di mall. kenapa, sayang? mau titip sesuatu?" Yudha berbicara dengan santai. Toh ia tidak berbohong jika memang saat ini sedang berada di mall untuk nonton film.
"oh,nggak. sendiri?"
"sendiri. kenapa? kamu kangen ya?"
"ehm, ya gitu deh." ucap kartika mulai merasa mual.
"habis ini aku kerumahmu,oke?"
"ya. kamu ngapain di mall sendiri? window shopping? kirain itu kerjaan cewek doang?"
"yah,mampir makan. nanti aku bawakan siomai, ya?"
"nggak ah, nanti keburu dingin."
"hmmm... kalo gitu kamu mau apa?"
"nggak usah"
"yakin?"
"yakin, udah sana. ditungguin" ucap tika tanpa sadar
"hah?" Yudha kaget juga karena perkataan tika barusan seolah mengisyaratkan bahwa ia tau sesuatu.
'kamu bener-bener kangen ya sama aku?"
"ya gitulah maksudku." ucap kartika mencoba meyakinkan. "pokoknya aku tungguin. bye" Tika langsung memutuskan sambungan.
"Kartika! hampir aja lo keceplosan!" pekik vebi yang sedari tadi menyimak pembicaraan mereka. Tika hanya menjulurkan lidah.
"sekarang apa rencana lo?" tanya vebi.
"kita tunggu mereka keluar" ujar kartika dengan tatapan garang.
"masih lama" timpal galaxy sambil melirik ke jam tangan miliknya
"no problem, emang kalian mau gue tiba tiba masuk sambil nyeret yudha dan ceweknya di depan umum lalu memukuli mereka dan mencakar mereka? kita bisa ditangkap polisi." ujar tika
galaxy menarik nafas dalam dalam "kita jalan jalan dulu yuk?"
"nggak! gue mau nunggu disini!" kata tika meyakinkan
"masuk lagi aja tik" saran vebi
"nggak veb, gue udh gakuat. ini udh lebih dari kata cukup" ujar kartika yang tanpa sadar meneteskan bulir bulir air mata di pipinya.
"jangan nangis dong tik, anggap aja ini sebagai pelajaran, sebagai karma lo karena udah nyia-nyiain reno yang sayang banget sama lo, udahh yaa.. cup cup cup sahabat gue gaboleh nangis gini dong, malu. udh gede masa nangis di mall. kaya anak kecil yang ga dibeliin mainan" ujar vebi berusaha menenangkan tika
"seandainya ya veb, waktu bisa diulang. ga akan gue sia-siain reno yang baik kaya gtu, yang pastinya ga akan selingkuhin gue kaya yudha" ujar kartika yang tambah keras tangisannya.
setelah kurang lebih dua jam, akhirnya film selesai diputar. orang-orang yang tidak terlalu banyak jumlahnya itu mulai berhamburan keluar. Kartika,Vebia,dan Galaxy memperhatikan tiap orang. akhirnya muncul juga yang ditunggu. Yudha tampak merangkul cewe itu dengan mesra sehingga tidak menyadari keberadaan kartika.
Kartika segera maju mengejar pasangan itu.
"YUDHA!" jerit kartika tepat di depan muka yudha. yudha terpaku
PLAK! satu kali tamparan kartika belum juga bisa menyadarkan Yudha.
PLAK! dua kali, dan dengan emosinya kartika pun ikut menampar cewe yang bersama yudha.
"apaansi lo! tampar tampar cewe gue, emg lo siapa hah?!!" teriak yudha sembari mendorong kartika kearah tembok.
"BRUG!" melihat yudha mendorong kartika, Galaxy akhirnya memukul yudha tepat di perutnya
"GAUSAH KASAR YA LO KE CEWE! BANG*SAT!!!" emosi Galaxy membeludak.
" lo tuh cowo brengsek yang gatau diri! kurang apa kartika selama 2 tahun ini?!! lo seenaknya ngeduain kartika gitu aja?! pengen dihajar ya berapa kali lo sama gue?!!!" ucap Galaxy
sementara galaxy dan yudha bertengkar hebat, cewe yang bersama yudha tadi berencana akan kabur melarikan diri, namun usahanya gagal. karena ada vebi yang menjegatnya
"mau kemana lo?!!" kata vebi
" berani ya lo sama gue, gasadar gue kaka kelas lo?!"
"kalo di sekolah, lo kaka kelas gue. kalo diluar. LO GALEBIH DARI SEKEDAR SAMPAH YANG BISANYA NGEREBUT COWO ORANG!!! DASAR GILA SENIORITAS! BITCH!" ujar vebi
sementara itu, kartika masih terus menangis dipojokan sembari menelfon Adam, kakaknya sekaligus pentolan di SMAN 3
SEGINI DULUYA, TAR SAMBUNG LAGI. BERSAMBUNG ~
Kata-kata ituu.... sangat menyesakkan dadaku... tuhannn tak kuasa aku menahan air mata yang hendak keluar,lalu derai air mata
pun dengan sendirinya keluar membasahi pipiku. reno... reno... nama itu yang sekarang menghantui pikiranku, oh tidak! tidak mungkin seorang primadona di SMAN 3 Bandung mana mungkin menyukai reno yang culun seperti itu! tapi hati berkata lain, aku menyukai reno,akupun menyukai yudha, yudha yang kaya,ganteng,artis SMAN 3 Bandung,sedangkan reno? tidak bisa dibayangkan.
"oh tuham, aku tau ini karma ,meninggalkan orang yang tulus cinta kepadaku demi orang yang aku sukai, aku tau ini salah, sangat salah! aku tidak suka dengan penampilannya memakai kacamata bingkai bulat,seperti orang yang culun! tapi itu semua telah berbalik 180 derajat dengan kenyataanku. aku tiba-tiba menyukai dia, tiba-tiba mencintai dia, oh tuhan jangan lagi! aku tidak ingin membuat luka pada hatinya untuk yang kedua kali."
aku mengunjungi tempat ternyaman, yaitu taman belakang sekolah. saat aku sedang melamun dengan tidak sadar sudah ada vebia disampingku.
"eh veb, ngapain lo disini?"
"mau melototin bunga kaya lo! ya jemput lo ke-kelas lah!"
"ngapain jemput gue? gue bete."
"aelah lo, yudha tuh nungguin dikelas."
"hah? yudha? ngapain dia?"
"kartika ardelia putri, lo itu kan cantik,pinter, ya primadona lah, lo bego,beloon,atau dongo sih? jelas-jelas yudha itu cowo lo,mau ngapain lagi dia selain ngajak lo makan sama balik bareng?"
" ga deh, lo aja, gue mau nungguin reno."
"hah? si culun itu loo tungguin? udah gila ya lo, stress!"
"kok jadi lo yang marah sih? sono-sono lo aja yang balik bareng yudha."
akupun pergi meninggalkan vebia yang terdiam ditempat.
jam demi jam berganti,hari demi hari,dan minggu demi minggu
"tik, gawat tik!bencana besar!" ujar vebia di telepon. Kartika yang sedang tidur siang minggu itu tidak bisa mendengar jelas lantaran latar belakang yang terlalu ramai.
"lo dimana sih?" tanya kartika sambil tidur-tiduran memeluk boneka kodoknya
"lo masih tidur ya? bangun,dong! ini saatnya lo sadar! kesini deh sekarang. ada keadaan darurat! gue sama Galaxy lagi di mal, kami liat Yudha jalan sama cewek!"
"cewek? mamanya kali?" ujar kartika asal.
"nggak setua itu!"
"adiknya."
"Yudha gapunya adik!" vebi mengingatkan kartika yang jelas-jelas hanya berbicara tanpa berpikir dahulu.
"yaaa... adik sepupu,keponakan...."
"aduh,tik,denger. kalo lo gamau kehilangan Yudha, lo kesini sekarang. cewek ini kaka kelas kita,gue pernah ngeliatnya. cepet!gue sama Galaxy akan terus memantau"
"jadi,menurut lo ini perselingkuhan?"tanya kartika mulai sadar
"itu kemungkinan terburuk. yang jelas mereka mesra banget. cepet kesini!"
kartika langsung melempar ponselnya begitu saja lalu menjerit sekeras-kerasnya. iapun segera menyusul vebia. kartika mengenakan jaket hijau longgar,topi pet dan kacamata hitam. ia merasa perlu menyembunyikan identitas dirinya dihapadan Yudha.
"ka, barusan mereka beli tiket nonton." ujar vebi saat kartika datang dengan nafas dengan ngos-ngosan.
"ini gue udah beli tiketnya buat kita bertiga! kalian siap?"
kartika menarik nafas dalam-dalam sambil menenangkan hatinya. "oke, let's go girls!" kartika memimpin di depan. "girls?" ucap Galaxy bingung. "ayo masuk!" ujar vebia yang sudah berjalan duluan tetapi harus kembali lagi untuk menyeret Galaxy.
dengan mengendap-endap Katika,Vebia, dan Galaxy memasuki gedung bioskop. mereka memilih duduk dua baris dibelakang Yudha. pengunjung hari ini lumayan sepi, bisa dihitung jari. Katika jadi dengan leluasa bisa mengamata setiap gerak gerik Yudha, asal Yudha dan cewe yang berasamanya itu tidak menoleh saja. Kartika melepas kacamata hitamnya agar lebih jelas ditengah keremangan. Kartika benar-benar shock dengan apa yang dilihatnya persis di depan matanya sekarang. Yudha dan cewe itu bermesraan. lengkat sekali. cewek itu menyandarkan kepala pada pundak Yudha.
"yang seperti ini bisa dibilang kaka-adik?" ucap vebi selirih mungkin. tika hanya mampung menggeleng kepala dengan tatapan nanar. tak tahan lagi, ia berdiri lalu pergi keluar. hampir saja Vebi memanggil namanya untung Galaxy buru-buru membekapnya dan mereka menyusul Tika.
"tenangin diri lo."
"sekarang apa?" tanya kartika sambil mondar-mandir. ia lalu menghubungi Yudha
"lo telepon siapa?" tanya vebi di depan tika ia takut temannya itu malah bertindak gegabah
"Yudha? kamu dimana sayang?" Tanya tika tanpa memperdulikan Vebi.
Vebi dan Galaxy tiba-tiba menyeret Tika berbalik diujung tembok lantaran melihat Yudha baru saja keluar untuk mengangkat telepon dari Tika.
"di mall. kenapa, sayang? mau titip sesuatu?" Yudha berbicara dengan santai. Toh ia tidak berbohong jika memang saat ini sedang berada di mall untuk nonton film.
"oh,nggak. sendiri?"
"sendiri. kenapa? kamu kangen ya?"
"ehm, ya gitu deh." ucap kartika mulai merasa mual.
"habis ini aku kerumahmu,oke?"
"ya. kamu ngapain di mall sendiri? window shopping? kirain itu kerjaan cewek doang?"
"yah,mampir makan. nanti aku bawakan siomai, ya?"
"nggak ah, nanti keburu dingin."
"hmmm... kalo gitu kamu mau apa?"
"nggak usah"
"yakin?"
"yakin, udah sana. ditungguin" ucap tika tanpa sadar
"hah?" Yudha kaget juga karena perkataan tika barusan seolah mengisyaratkan bahwa ia tau sesuatu.
'kamu bener-bener kangen ya sama aku?"
"ya gitulah maksudku." ucap kartika mencoba meyakinkan. "pokoknya aku tungguin. bye" Tika langsung memutuskan sambungan.
"Kartika! hampir aja lo keceplosan!" pekik vebi yang sedari tadi menyimak pembicaraan mereka. Tika hanya menjulurkan lidah.
"sekarang apa rencana lo?" tanya vebi.
"kita tunggu mereka keluar" ujar kartika dengan tatapan garang.
"masih lama" timpal galaxy sambil melirik ke jam tangan miliknya
"no problem, emang kalian mau gue tiba tiba masuk sambil nyeret yudha dan ceweknya di depan umum lalu memukuli mereka dan mencakar mereka? kita bisa ditangkap polisi." ujar tika
galaxy menarik nafas dalam dalam "kita jalan jalan dulu yuk?"
"nggak! gue mau nunggu disini!" kata tika meyakinkan
"masuk lagi aja tik" saran vebi
"nggak veb, gue udh gakuat. ini udh lebih dari kata cukup" ujar kartika yang tanpa sadar meneteskan bulir bulir air mata di pipinya.
"jangan nangis dong tik, anggap aja ini sebagai pelajaran, sebagai karma lo karena udah nyia-nyiain reno yang sayang banget sama lo, udahh yaa.. cup cup cup sahabat gue gaboleh nangis gini dong, malu. udh gede masa nangis di mall. kaya anak kecil yang ga dibeliin mainan" ujar vebi berusaha menenangkan tika
"seandainya ya veb, waktu bisa diulang. ga akan gue sia-siain reno yang baik kaya gtu, yang pastinya ga akan selingkuhin gue kaya yudha" ujar kartika yang tambah keras tangisannya.
setelah kurang lebih dua jam, akhirnya film selesai diputar. orang-orang yang tidak terlalu banyak jumlahnya itu mulai berhamburan keluar. Kartika,Vebia,dan Galaxy memperhatikan tiap orang. akhirnya muncul juga yang ditunggu. Yudha tampak merangkul cewe itu dengan mesra sehingga tidak menyadari keberadaan kartika.
Kartika segera maju mengejar pasangan itu.
"YUDHA!" jerit kartika tepat di depan muka yudha. yudha terpaku
PLAK! satu kali tamparan kartika belum juga bisa menyadarkan Yudha.
PLAK! dua kali, dan dengan emosinya kartika pun ikut menampar cewe yang bersama yudha.
"apaansi lo! tampar tampar cewe gue, emg lo siapa hah?!!" teriak yudha sembari mendorong kartika kearah tembok.
"BRUG!" melihat yudha mendorong kartika, Galaxy akhirnya memukul yudha tepat di perutnya
"GAUSAH KASAR YA LO KE CEWE! BANG*SAT!!!" emosi Galaxy membeludak.
" lo tuh cowo brengsek yang gatau diri! kurang apa kartika selama 2 tahun ini?!! lo seenaknya ngeduain kartika gitu aja?! pengen dihajar ya berapa kali lo sama gue?!!!" ucap Galaxy
sementara galaxy dan yudha bertengkar hebat, cewe yang bersama yudha tadi berencana akan kabur melarikan diri, namun usahanya gagal. karena ada vebi yang menjegatnya
"mau kemana lo?!!" kata vebi
" berani ya lo sama gue, gasadar gue kaka kelas lo?!"
"kalo di sekolah, lo kaka kelas gue. kalo diluar. LO GALEBIH DARI SEKEDAR SAMPAH YANG BISANYA NGEREBUT COWO ORANG!!! DASAR GILA SENIORITAS! BITCH!" ujar vebi
sementara itu, kartika masih terus menangis dipojokan sembari menelfon Adam, kakaknya sekaligus pentolan di SMAN 3
SEGINI DULUYA, TAR SAMBUNG LAGI. BERSAMBUNG ~
Langganan:
Postingan (Atom)
RAHASIA
aku tidak tau dari mana aku harus mendeskripsikan tentangmu, intinya. aku tidak pernah merasa menyesal mengenalmu. bahkan jika harus kuputar...
-
Aku merasa sedih untuk apa yang hilang, tapi kupikir mungkin ada pelajaran yang bisa kita dapati dari situ. Masalaluu bukan untuk diperdeba...
-
dear.. Tugas saya hanya sebatas mencintai, Bukan memaksa agar dicintai. Saya percaya tiap hati pasti ada pemiliknya masing masing. Da...
-
Udh na lupain aja, percuma juga lo mewek kaya gini gabakalan bikin dia balik lagi ke lo kan? Lagian dia juga udh ada yang lain kok, harus bi...







