Flying Cute Baby Blue Butterfly MarshMallow♥: Mei 2015

Senin, 04 Mei 2015

LDR

Udah lama ya gapernah ngepost di blog='') maafkan dakunya lagi sibuk... hehe bakalan cerita nih udah diubah dengan baik hehe, langsung liat yakk^-^



Walaupun jarak memisahkan kita, hati ini tetap terjaga buat kamu.

Hubungan seperti ini memang tak bisa dikatakn lama,dan tak bisa juga dibilang sebentar. Terlebih lagi dengan semua rindu yang kutahan ini. Sadar atau tak sadar, pengorbanan dan perjuangan yang kita lakukan ini lebih dari yang pasangan lain lakukan. Mau mencoba sadar,tapi semua ini terlalu berat untuk dirasa 'Sendirian'. Mau berlagak tak sadar juga malah akan memperkeruh segalanya. Jarak ini hanya mempermainkan kitakan? Iya kan? Ingin sekali aku berkata seperti itu sehingga ia sadar bahwa aku 'sedikit' membenci kenyataan ini. Tapi,aku berusaha bertahan karena kau membuatku yakin. Kau benar saja, aku tak pernah minta dipisahkan sejauh ini dan seperti ini. Aku sadar, sangat menyadari bahwa jarak ini itu nyata dan tak mudah untuk menghapusnya, kewajibanmu dan kewajibanku menuntut dirimu dan diriku, tak ada yang lain yang bisa kulakukan selain meyakinkan diriku sendiri dan yakin atasmu. Sudah nasib sepertinya, bertatap matapun tak bisa.

Mengelak dari rindu, tapi sepertinya aku tak punya kekuatan untuk hal itu, susah. Semakin aku berusaha, ku mencoba menghela napas, tapi malah semakin mengucur air mata karena pedih penantian ini, sungguh aku sangat mencoba berusaha. Entah karena aku belum terbiasa atau karena apa. Mencoba memejamkan mata hingga terlelap, menemuimu dalam mimpiku, terbangun dan kuat kembali, entah bagaimana bisa. Tapi, itu memang selalu yang kuminta, kau untuk menjadi bunga tidurku. Jujur saja, setelah kita terpisah seperti ini, aku merasakan apa yang kau rasakan. Gampangnya, saat kau sakit, akupun ikut sakit. Ini kebahagiaan tersendiri yang membuat hubungan ini jadi lebih bermakna. Aku juga merasakan rindumu, jadi dengan sabar kumenantimu tanpa henti, tanpa rasa ragu karena ku percaya kau tak akan menunda pertemuan itu. Aku juga akan menjaga kepercayaan yang kau berikan padaku, jangan remehkan kesetiaanku, mana pernah aku memancing curigamu? Akan kujaga layaknya kau menjaga kepercayaanku. 

Semua ini memang masih butuh pengorbanan. Ini kenyataan yang harus kuhadapi sampai waktu yang belum ditentukan. memang bukan hanya bagaimana caraku menemuimu yang kupikirkan. Ada banyak lagi yang harus menjadi beban pikiranku. Meskipun memang dengan ikhlas kumenunggu sudah meringankan segalanya, tapi aku tetap harus memperjuangkan semuanya, termasuk masa depanku, dan itu termasuk kau juga. Jadi, jika saat ini aku masih dalam tahap belajar membagi waktu, maafkan aku. Aku akan berusaha lebih baik lagi. 

Menunggu pun menjadi pekerjaan utama tanpa kepastian jelas yang bisa kapan saja berubah menjadi menjemukan. Karena Jelas saja, apa yang kita tunggu tak bisa dipandang secara kasat mata, bahkan seakan ingin memberatkan hubungan yang sudah susah ini. Yang ditunggu terkadang menggoda dan meningkatkan tingkat jenuh sehingga terkadang muncul pemikiran untuk mengakhiri semuanya. Meskipun itu tak benar, tapi yang namanya perjuangan itu pasti ada titik lelahnya. Tapi pasti, jika aku datang nanti, aku akan membawa cinta yang sama, menghadirkan kebahagiaan untukmu dan mengembangkan senyummu. Bersabarlah, meskipun memang mudah menyuruh seseorang untuk bersabar, tapi kau pasti bisa memahami bagaimana cara untuk sabar. Kau tau kan apa yang sama sama kita nanti? Sementara Biarlah begini, aku tau jarak ini hadir dengan alasan tertentu agar kita belajar lebih banyak lagi.

Mengatakannya memang mudah, berjanji dan berniat dalam hatipun mudah, begitu juga dengan menyalahkan pasangan, itu adalah hal yang sangat mudah. Begitu juga dengan mengeluh, bosan, tergoda, dan masih banyak lagi yang bisa dilakukan dengan mudah meskipun semua itu salah, bahkan kita sendiri sadar akan hal itu. Tapi, semua itu wajar karena kesanggupan dan keteguhan hati kita tak sempurna. Lucu saja, terkadang malah si pacar yang jadi ujian pertamanya.

 Mempertahankanmu mudah, tapi aku kesulitan pendapatkan perhatian darimu. Mempertahankanmu mudah, tapi aku kesulitan menahan rinduku jika kamu tak membalasnya. Mempertahankanmu mudah, tapi aku selalu tak terbagi saat kau sibuk. Mempertahankanmu mudah, tapi aku sulit untuk mengertimu saat kita tak saling bertemu pada rindu yang sama. Mempertahankanmu mudah, tapi aku kesulitan menerima kabar darimu. Sederhana memang tampaknya, bahkan dilakukan dengan tak sadar. Namun, apa yang dirasakan tak sesederhana itu. Bagaimana bisa? Kau bertanya? Tak bisa terjawab dengan kata kata.

Mulai dari cuek,dingin,enggak mau tau, suka main, jarang kasih kabar,  berubah, jadi beda, dan masih banyak lagi yang bisa saja terjadi pada pribadi seseorang. Tapi jujur saja, lelah itu tak enak, tak ada yang bisa dibenarkan dan seakan semuanya semakin memperparah keadaan, tak bisa berpikir jernih, semuanya serba salah, dan menangis menyelesaikan masalah meskipun kebanyakan orang bilang tidak.

Kau tau? Semua itu membuat otakku tak bisa berpikir jernih, dan susah untuk beranggapan bahwa semua ini baik baik saja. Kotamu dan kotaku menyisakan jarak yang membentang, dan kita tak bisa bertemu untuk sekadar membuat perasaan menjadi lebih baik dan menyelesaikannya dengan kepala dingin. Tolong jangan buatku beranggapan bahwa kau sudah lelah dan tak mau lagi bertahan. jangan membuatku merasa semuanya kutanggung sendiri. Jangan membuatku merasa berusaha sendiri. Sehingga, terkadang muncul ragu yang membuatku tak berdaya, namun kuyakin rindu kita suatu saat akan bersatu. Dan biarlah kujalani, karena kuyakin cinta, kau akan kembali. aku ingat kau berkata bahwa jarak ini bukan alasan untuk merenggangkan hubungan. Dan, mencoba memperbaiki diri itu tak ada kata terlambat. Koreksi berdua. Kenali masing masing karakter lebih jauh. Karena, dari situlah kita belajar. Benar kan? Dan, aku rasa tak perlu balas dendam agar ia bisa merasakan apa yang kita rasakan. Dia cuma perlu pengertian.

           

Secret Admirer

Cast://                                     Tanpa nama samaran
-Ainatuzzahra
-Putri Cahya Nanda
-Alda Apriliani
-Egha Indriyani Indah
-Febi Febriyana
-Andi Rafli
-Ato Julianto
-M.Rizal Maulana
-Andre
-Faris Ibnu Mubarraq
-Icha.

Saat bel istirahat berbunyi, semua siswa dan siswi berhamburan keluar kelas. Begitu juga gue dan genk Pinky Girl. Genk Pinky Girl itu terdiri dari Gue,Nanda,Alda,Egha,dan Febi.

"Eh eh girls.. itu siapa tuh(?) Ganteng parahwk" kata gue.
"Itu ato. Naa... lo belum tau? Diakan temen-temennya si Rafli,Rizal,Andre,Faris yang pemain basket terkenal disini." Jelas egha.
"Ya kalo pemain-pemain basket yang ganteng-ganteng itu gue juga udah kenal semua, tapi yang satu ini belum pernah liat."
"Kudet lo! Hahaha. Tapi emang dia jarang keluar kelas sih hehe" kata nanda
"HH! lucu njing! Udahlah hayu kita makan aja" Gue dan Genk Pinky Girl duduk dimeja yang seharusnya berisikan 10 orang itu.
"Hey girls... kita boleh gabung gak?" Ucap Rizal.
"Eh lo, iya silahkan aja.. meja ini boleh buat siapapun" kata gue.
Setelah selesai makan Gue dan Genk Pinky Girl balik lagi ke kelas.
"Duh nan, gila ya tuh cowo ganteng banget sumpah."
"Selera lo rendah na, mending Faris."
"Duh astaga hellow..... gantengan Ato keles."
" kalian berdua! Keluar! Berisik aja!" Ucap bu Narfiah sembari marah.
"Lo sih ngomong mulu!" Kata nanda berbisik.
"Lonya juga! Malah diladenin aja!"
"Kalo lo ga diladenin lo marah dongo! Gue tau!"
" Nanda! Aina! Keluar kalian! S-E-K-A-R-A-N-G!"
kata bu guru itu mengagetkan kita.
"Iiiii ya buu... iyaa bu... kaburrr" kata gue sama Nanda sambil lari menuju lapangan.
" Eh, eh stop deh itu bukannya genk orang-orang basket yang ganteng itu?" Kata gue sembari memberhentikan Nanda.
"Eh iya, iya bener. Kita ke kantin dulu yuukk?? Gue mau beliin air minum buat my prince Faris."
"Yayaya, serah lo deh. Gue juga mau beli air minum buat my prince Ato." Sesampainya di lapangan Nanda langsung memberikan air minum itu kepada Faris.
"Nih Far, buat lo"
"Oh iya, makasih Nan."
"Ini buat gue kan Na? Thanks yaa." Ucap Rafli sembari merebut air minumnya dari tanganku.
"Eeeee....nak aja lo!" Kata gue. Tetapi Rafli tetap meminumnya
"Udahlah bodo amat. Untung gue beli dua." Kata gue dalam hati. " hey! Ato! Lo pasti capek kan? Nih buat lo."  Kata gue sembari menyodorkan air minum itu.
"Oh iya, makasih banyak ya Aina.." kata Ato.
"Iya To, samasama ya."
"Eh woi! Buat kitanya mana?" Ucap Rizal dan Andre.
"Kalian mau? Beli sendiri! Hahaha" kata gue dan Nanda secara bersamaan.
" nih zal,ndre. Gue beliin" ucap Egha.
"Eh ada lo gha, loh mana alda sama febi?" Kata gue.
"Thanks gha! Baik deh lo." Ucap Rizal dan Andre.
"Hehe iya samasama, alda sama febi lagi ngobrol tuh dikelas, nanti juga mereka kesini" terang Egha.
"Oh gitu, yaudah kita tungguin aja" ucap gue.
"Hai guys.." kata alda dan febi
"Hey" kata gue " ada berita apanih?"
" tadi, gue sama febi udah ngobrol gitu sama bu narfiah katanya besok mau ada murid baru, katanya sih pindahan gitu" terang alda.
"Ohh.. siapa?"
"Itu yang murid baru"
"Siapa yang nanya? Hahaha" ucap Egha.
"Sumpah bikin jengkel aja" kata alda dengan nada kesal.
"Hahaha bercanda kali da.. gausah dimasukin ke hati, kan tau sendiri Egha begitu" ucap gue.
" udah wehh, laper gak? Makan yuk!" Ajak Nanda.
" iya nih sama, kantin yuk!" Ucap gue.
"Yuk, yuk! Ajak anak basket ini juga dong" pinta Nanda.
" iya hayuk!" Kata gue.
Akhirnya Genk Pinky Girl dan Genk Basketball duduk dimeja yang sama. Kita saling  diam, sampai Rizal memulai pembicaraan.
"Ekhem,ekhem.. gue mau ngomong sesuatu nih"  kata Rizal.
"Ngomong mah ngomong aja, gausah pake batuk jaim kaya gitu."Kata Gue.
"Iyaa deh maap.."
"Oh iya, lo mau ngomong apa?" Tanya Egha
"Gha.. gue suka sama lo, lo mau gak jadi cewe gue?" Kata Rizal
"Hah?"
"Iya,lo mau gak?"
"Duh gimana ya"
"Ya kalo lo gamau gue ga maksa"
"Besok deh gue jawab ya" kata egha.
" iyadeh" ucap rizal
"Yah gajadi dapet PJ dong?" Ucap febi.
"Pj aja pj!" Kata gue.
Kitapun melanjutkan makan.               

RAHASIA

aku tidak tau dari mana aku harus mendeskripsikan tentangmu, intinya. aku tidak pernah merasa menyesal mengenalmu. bahkan jika harus kuputar...