Aku sempat merasa menyesal mengenalmu, akupun sempat merasa aku seharusnya tidak ada disini, ditempat ini. Ditempat yang bisa dengan sekejap mengubah cara hidupku dan kepribadianku. Bahkan aku sempat merasa sangat-sangat berantakan.
Semua dimulai saat pertama kali aku menginjakkan kakiku di tempat kerja baruku....
hai, apa kabar kalian semua? semoga selalu sehat ya. aku sekarang bertempat tinggal di Bandung, kalo kata orang sih Bandung itu salah satu kota yang paling cocok ya buat healing hahaha. tapi nggak tau kenapa justru rasa sakit hatiku banyak ditimbulkan dari Bandung. Aku sih nggak nyalahin Bandungnya, Bandung tetap jadi kota favorite di hati aku kok! walaupun...... Banyak sedihnya hahahaha!
and the story begin......
Hari pertama.
Di hari pertama aku mulai masuk kerja, aku mengenal dia. rekan kerjaku yang sekaligus akan menjadi pengisi dari cerita ini.
Sebagai seorang perantau, jelas aku tidak memiliki apa-apa disini hahaha! bahkan untuk kendaraan berjenis sepeda motor pun aku tidak ada. tapi jaman sekarang sudah canggih ya, ada yang namanya ojek online. ya biasalah.... anak kosan, lebih milih jalan kaki ketimbang harus keluar onkos untuk ojol! hahaha. kebetulannya juga kosan-ku tidak terlalu jauh dari tempat kerjaku, masih bisa aku tempuh dalam jangka waktu 15 menit dengan berjalan kaki.
Di hari pertama aku menjalani 'training' di tempat kerjaku, aku berkenalan dengan banyak teman baru. Dan dia,salah satu lelaki yang saat itu ada disitu. Namanya Putra.
"halo, nama kamu siapa?" tanyanya sembari mengulurkan tangan
"hai, nama aku Ifana"
"oh iya, kamu dulu kerja dimana sebelum kesini?"
"aku dulu kerja di salah satu restoran baru yang ada di jl. Riau deket lampu merah, tau nggak?"
"ohh yang disamping kukupapa itu ya"
"iyaa bener hahaha"
"aku sambil bersih bersihin cuttleries yang mau dipake ya kita ngobrolnya"
"terus aku harus ngapain a?"
"ya kalo kamu mau bantuin ayo"
"oke" ucapku sembari membantunya mempoles beberapa sendok dan garpu.
Beberapa hari berlalu, aku mulai berbaur dengan teman-teman yang ada disini, bukan hanya Putra, tapi aku juga berkenalan dengan 3 teman perempuanku.
"hai, nama aku Ifana. salam kenal ya semuanya. aku minta bimbingannya selama kerja disini"
"eh iya halo nama aku Yoni"
"nama aku Sarah"
"nama aku Mina"
"aku Tika"
"aku Tari"
"aku Roni"
Dan masih banyak teman lainnya.....
Hari pembukaan resto kami pun tiba, tepat sesaat sebelum buka, aku dengan keisenganku meminta untuk foto bareng bersama Putra. Setelah selesai berfoto kamipun melanjutkan pekerjaan seperti biasanya sampai jam menunjukan waktu untuk pulang.
"duluan semua, duluan" ucap Putra
"kok buru-buru a? gamau nungguin aku dulu sekalian nganterin aku?" ucapku sembari tertawa bercanda.
"hayu kalo mau dianterin, aa tunggu di depan ya" sontak akupun terkejut dia meng-iyakan pertanyaanku. Dan disitulah, dimana hari pertama semua kisah rumit dihidupku dimulai.
"na, boleh minta foto yang tadi nggak?" tanyanya melalui chat, aku tidak heran dia bisa dapat nomerku darimana, karena kita tergabung di satu group whatsaap kerjaan.
"ihh aa aku hapus tau, soalnya jelek kaku banget kaya lagi foto KTP hahahaha, besok foto lagi yang bagus ya"
"siap hahaha"
"eh a tau nggak sih dimana tukang jait di deket sini?"
"ohh aa tau, di kosambi banyak tuh, atau nggak di kircon"
"hehehe aa besok sibuk nggak?" tanyaku ragu-ragu
"nggak sih, kenapa? mau aa anter?" tanyanya
"kalo aa besok nggak sibuk sih, boleh deh hahahaha"
"mau dijemput jam berapa besok? agak siang aja kali ya jam 12an"
"sekalian makan dulu pulangnya?" tanyaku bercanda.
"boleh hayu" lagi dan lagi aku dibuat kaget dengan pernyataan IYA dari dia.
Tidak lama setelah itu dering teleponku pun berbunyi, tertulis disitu sebuah kontak telepon yang kuberi nama "Sayang" ya, kalian nggak salah baca kok. Aku punya pacar. sejujurnya aku sudah lama menjalin hubungan dengan pacarku ini, ya bisa dihitung hitung kita sudah mau jalan 3 tahun. Waktu yang lama sekali bukan? kalian jangan dulu berburuk sangka sama aku ya! Putra juga punya pacar, yang bahkan sudah 4 tahun mereka berhubungan. dari sini saja, sudah bisa kalian bayangkan bukan akan seperti apa kisah ini.
keesokan paginya, dering teleponku berbunyi kali ini bukan sebuah panggilan masuk dari pacarku, melainkan dari Putra!
"pagi na, udah bangun?" tanyanya dari sebrang sana
"halo pagi juga a, baru bangun nih hehehe."
"yauda sok mandi dulu, jadi kan kita? mau sarapan bareng dulu atau kamu mau sarapan sendiri baru kita jalan?"
"aku makan dulu aja kali ya disini, kita makan barengnya nanti sore aja kalo udah selesai dari tukang jait"
"iyaa kalo gitu, yauda nanti selesai dzuhur aa jemput ya"
"okee daah" ucapku sembari menutup telepon. aku pun bergegas melakukan beberapa aktivitas sebelum aku berangkat. dari mulai mandi,makan,dandan,catokan,dan sholat dzuhur tentunya. Jam sudah menunjukkan pukul 11:21 terdengar suara motor dari luar kosan-ku, aku menebak dalam hati 'pasti sudah ada di depan' dan benar saja, tidak lama kemudian masuk chat dari handphone-ku yang ternyata dari Putra
"na, aa udah di depan ya"
"okee otw ke depan"
dan pergilah kita ke tukang jait. Di tukang jait ternyata memakan waktu yang lumayan lama, bisa terhitung kita baru selesai sekitar jam 14:00 siang. kalian pasti penasaran kan apasih yang kita obrolin pas dimotor?BANYAK! dari mulai obrolan tentang kerjaan, bahkan tiba-tiba masuk ke obrolan tentang pacarnya dia! hahahaha.