Saat memejamkan mata, aku membayangkan surga-bahagia saat dicintaimu, juga saat mencintaimu. Semuanya terasa begitu indah, terasa sempurna. Seperti cerita cinta sepanjang masa, aku bersyukur takdir membuatku jatuh cinta padamu.
Namun, semakin lama mata ini terpejam, air mata malah jatuh perlahan-lahan.
Aku menangis, kini teringat setiap perih yang ditorehkan dustamu dihatiku.
Tak sekali dua kali aku mencoba membuat pembenaran, menciptakan alasan bahwa kau mungkin tak bersungguh-sungguh melukaiku.
Kau bahkan tak mencoba membela dirimu. kau menundukkan kepala,membisu.
Dan kini,lihat,aku menertawakan diriku sendiri. Betapa ironisnya hidup ini, sayangku. Kau yang selalu bisa membuatku tertawa justru yang paling bisa membuatku menangis...
Mencintaimu bukanlah sesuatu yang kuharapkan terjadi. Aku tak ingin harapan datang lagi, berkunjung dihati, diam untuk beberapa waktu, lalu meninggalkanku dalam kesedihan berlipat-lipat. Aku tau pasti ini kesalahan yang seharusnya tidak boleh terjadi.
Tapi kau hanya memelukku, tanpa suara. menggenggam tanganku erat seolah tak ingin melepasnya lagi. Dan sebelum aku berhasil menyangkal cintamu lagi, aku menyadari kau meninggalkan sesuatu ditanganku. Sesuatu yang kukenali sebagai harapan. Dan kali ini, aku ingin menggenggamnya, memilikinya sekalipun seandainya itu salah.
Kita hanya butuh waktu lebih untuk lebih saling mengenal. Merindukanmu adalah satu-satunya kata yang dapat menggambarkan rasa ini. Dan semuanya dimulai sejak aku kehilanganmu.
Ketika waktu membawakan pilihan-pilihan lain untukku, langkahku masih terbelit oleh ingatan tentangmu. Kasih sayang yang seluruhnya milikku pun harus terbagi. Bahkan, rumah tak lagi menjadi tujuanku untuk pulang.
Kini aku menyadari bahwa semua sudah berganti dan yang bisa kulakukan hanyalah menghadapi. Semua yang telah lewat tak mungkin bisa kembali. Apa yang kupikirkan lenyap, nyatanya tertutup emosi. Butuh waktu untuk belajar mencintai lagi. Dengan penuh keyakinan diri aku melakukannya.
Menerima. Cinta sesederhana itu saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar